Saturday, March 14, 2015

Beberapa Hal yang Mempengaruhi Kecepatan dan Biaya Internet

Beberapa Hal yang Mempengaruhi Kecepatan dan Biaya Internet
Akses internet cepat tanpa loading lama atau lemot tentu yang diinginkan oleh semua pengguna internet. Sayangnya di Indonesia untuk menikmati layanan akses internet cepat ini masih terus terkendala oleh beberapa hal yang menyebabkan akses internet jadi lambat. Selain itu juga untuk menikmai layanan internet yang stabil dan cepat harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk ukuran masyarakat kita, hal ini bertentangan dengan kampanye internet yang sering kita dengar di televisi yaitu "Indonesia Genggam Internet"! Kalau melihat iklan tersebut "Disitu Kadang Saya Sedih!" mungkin lebih pas kalo iklan tersebut bernada "Operator Genggam Pelanggan"

Kembali ke akses kecepatan Internet. Seperti yang kita ketahui bersama laporan terakhir yang dirilis lembaga penyedia layanan cloud global, Akamai Technologies, melalui laporan State of the Internet, Indonesia masih menempai peringkat ke 99 negara dengan akses internet tercepat. Kecepatan koneksi internet rata-rata di Indonesia adalah 3,7 Mbps dengan kecepatan tertinggi mencapai 25,8 Mbps. Data tersebut masih jauh dibawah rata-rata global kecepatan akses internet di seluruh dunia.

Ada beberapa hal yang menyebabkan atau mempengaruhi kecepatan Internet di Indonesia diantaranya sebagai berikut:

Kepadatan pengguna dalam satu wilayah
Pengguna internet jumlahnya jutaan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jadi jangan heran, pada waktu tertentu, kalau kepadatan pengguna akan mempengaruhi kecepatan internet. Internet bandwith lebih mudah dianalogikan dengan kondisi jalan tol. Saat jam-jam sibuk, kondisi Begitu juga sebaliknya, saat jam normal (bukan jam sibuk), setiap kendaraan dapat melaju sebagaimana mestinya.

Teknologi yang tersedia di satu wilayah
Secara teknis, idealnya, untuk 1 Carrier Sector (CS) dalam satu BTS (Base Transceiver Station) GSM atau CDMA dapat didapatkan kecepatan internet yang optimal jika layanan internet digunakan oleh kurang dari 30 pengguna atau 210 pengguna (dalam 1 BTS) dalam waktu yang bersamaan. Jadi, kalau dalam satu BTS terdapat tiga CS, maka untuk mendapatkan kecepatan yang optimal, banyaknya pengguna yang mengakses layanan internet kurang-lebih 90 orang secara bersamaan. Banyaknya CS yang ada dalam satu BTS tergantung pada kepadatan penduduk di suatu area.

Topografi
Topografi ialah bentuk dataran suatu daerah. Teknologi mobile broadband telah dirancang agar dapat mencapai kecepatan maksimal setiap saat dan sesuai dengan topografi di satu daerah. Untuk mendapatkan kecepatan maksimal, akan lebih baik diterima di dataran terbuka dan luas serta tidak terlalu banyak perbukitan, lembah, gunung, atau gedung-gedung tinggi. Itu berarti, kecepatan internet akan melambat apabila topografi di suatu area banyak perbukitan dan lembah-lembah yang dapat menghambat penerimaan sinyal frekuensi radio selular pada perangkat pengguna (signal blocking) .

Lokasi pengguna
Tak jauh berbeda dengan penjelasan topografi, lokasi kamu sebagai pengguna saat berselancar di dunia maya juga dapat mempengaruhi kecepatan internet yang dinikmati. Kecepatan maksimal akan lebih mudah didapatkan saat kamu berada di luar ruangan atau ruangan terbuka dengan dataran luas tanpa hambatan. Jika kamu berada di dalam ruangan, sinyal frekuensi radio selular akan terhambat untuk masuk, terutama jika ruangan tersebut tersekat dua dinding atau lebih dari area luar ruangan.

Perangkat yang digunakan
Layanan internet akan lebih baik diakses dengan menggunakan perangkat yang diproduksi oleh penyedia layanan atau provider. Perangkat yang digunakan juga harus dalam keadaan normal, dengan kata lain dijaga dengan baik sehingga tidak sering hang atau terlalu panas (overheat) karena aktivitas yang terlalu banyak dilakukan bersamaan dalam perangkat tersebut. Bahkan, jika perangkat kamu digunakan tanpa henti selama 24 jam selalu terhubung dengan internet, maka kecepatan internet kamu juga dapat berkurang karena kondisi perangkat yang “kelelahan” sehingga tidak dapat bekerja dengan maksimal dalam menangkap sinyal internet.

Jenis layanan internet yang digunakan
Sangat penting untuk memilih layanan internet yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Jadi pastikan memilih jenis layanan internet yang memang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Sebab, kesalahan dalam pemilihan layanan internet bisa jadi membuat emosi sendiri. Contonya, layanan standar internet unlimited harga murah dengan kuota dibatasi pemakaian wajar digunakan untuk menonton video Youtube, streaming, video chat, download dan upload file besar, jelas hal ini akan memperburuk akses internet.

Selain itu beberapa hal yang menyebabkan akses internet di Indonesia juga cenderung mahal intinya masih terkendala oleh biaya. Mahalnya internet di Indonesia tentu saja berhubungan dengan komponen biaya yang dibutuhkan untuk menggelar suatu layanan internet. Layanan internet di seluruh dunia dijalankan oleh perusahaan, ini artinya mereka tidak boleh rugi dan harus menghasilkan keuntungan. Komponen biaya yang dibutuhkan dalam menggelar layanan internet adalah sebagai berikut:

Biaya infrastruktur
Bisa dibilang biaya infrastruktur adalah biaya yang paling besar nilainya dalam menggelar suatu layanan internet. Besarnya biaya ini bergantung kepada jenis infrastruktur yang dibangun (kabel atau nirkabel), topgrafi wilayah, coverage atau jangkauan, ongkos tenaga kerja dan pengeluaran lain yang tak terduga, sebagai contoh biaya pemulihan pada galian kabel bawah tanah. Semua ini terhitung sebagai modal perusahaan Penyedia Jasa Internet dan harus dikembalikan dalam waktu tertentu.

Biaya ini tidak sedikit, sebagai contoh adalah biaya pembangunan kabel optik adalah USD 7 per kilometer, lalu kalikan sekian kilometer area yang akan dijangkau. Dalam kasus Telkom, sudah ada tempat beserta tiang, tinggal menggantung saja. Jika jaringan yang baru bisa lebih dari USD 7 per kilometer. Sedangkan untuk pembangunan sebuah BTS atau pemancar telepon seluler yang juga digunakan untuk internet membutuhkan biaya paling tidak 1 milyar rupiah. Jangkauan atau coverage BTS rata-rata adalah 5-20 km, tergantung kepadatan pengguna serta topografi wilayahnya.

Biaya operasional
Dalam bisnis apapun pasti ada yang namanya biaya operasional. Biaya operasional adalah biaya yang diperlukan untuk memastikan kegiatan pokok suatu usaha dapat berjalan. Biaya operasional meliputi gaji pegawai, biaya perawatan infrastruktur, biaya listrik, dan lain sebagainya. Biaya ini juga tidak sedikit karena dikeluarkan secara reguler. Semakin besar infrastruktur, semakin besar pula biaya operasionalnya. Server, BTS, node-node router dan sebagainya harus dimonitor dengan baik. Belum lagi biaya tim respon darurat dan perbaikannya jika terjadi hal-hal yang diluar kebiasaan seperti misalnya putusnya kabel fiber optik karena jangkar kapal.

Biaya sambungan internasional
Mayoritas server internet ada di Eropa dan Amerika Serikat, menyusul kemudian Jepang, Korea, Taiwan dan Singapura. Google, Yahoo!, Facebook, Twitter dan lain-lain semua servernya ada di luar negeri. Untuk terhubung dengan server-server tersebut, Penyedia Jasa Internet harus tersambung secara internasional. Jika tidak, maka anda tidak akan bisa membuka website-website tersebut dan ratusan ribu lainnya yang servernya ada di luar negeri.

Ini dapat diibaratkan ketika anda terhubung dengan jaringan lokal di kantor dan internetnya dimatikan. Anda bisa mengakses komputer kantor, namun tidak bisa berinternet. Penyedia Jasa Internet harus “berlangganan” koneksi internasional supaya pelanggannya dapat membuka Facebook, Twitter dan lain-lain. Biaya ini bervariasi tergantung dari kesepakatan Penyedia Jasa Internet dengan uplink mereka. Yang pasti adalah biayanya tidak murah, per Mbps bisa lebih dari USD 100. Inilah salah satu alasan kenapa internet di negara-negara maju itu murah sekali karena servernya ada di negara mereka sendiri. 

Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi
Untuk operator yang menggunakan gelombang radio atau wireless di frekuensi berapapun, mereka harus membayar BHP kepada pemerintah. Biaya ini tidaklah murah, terutama jika aplikasinya adalah komersial dan menghasilkan keuntungan besar seperti layanan internet GSM 3G atau CDMA EVDO. Jika dijelaskan disini perhitungannya, akan panjang sekali. Sebagai gambaran, satu provider lokal harus membayar sedikitnya 242 milyar rupiah untuk BHP selama 3 tahun.

Source: 1, 2

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Beberapa Hal yang Mempengaruhi Kecepatan dan Biaya Internet

0 komentar:

Post a Comment